Senin, 23 November 2015

Kim Jefrey Tebar Ancaman

Persipasi Bandung Raya (PBR) masih memiliki asa untuk lolos ke babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman. Itu setelah, mereka menaklukkan Gresik United dengan skor tipis 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (22/11) malam.
Hasil itu, membuat para penggawa PBR lebih optimistis menatap laga berikutnya melawan Sriwijaya FC, 28 November nanti. Salah satunya, Kim Jeffrey Kurniawan.
Kim pun menebar ancaman kepada SFC agar tidak menganggap remeh timnya pada laga tersebut. SFC akan menjadi lawan terakhir skuat asuhan Pieter Huistra di fase grup A. Maka itu, kemenangan wajib mereka raih untuk mengamankan diri lolos ke babak selanjutnya lewat jalur runner-up atau peringkat ketiga terbaik.
"Kami hari ini (kemarin) mampu memenangkan pertandingan, dan besok akan berusaha untuk mengalahkan Sriwijaya," kata Kim.
Meski begitu, pemain berdarah Jerman-Indonesia ini mengakui tim Laskar Wong Kito adalah tim yang kuat dengan diperkuat para pemain kelas atas Indonesia.
"Sriwijaya kita tahu adalah tim bagus, karena mereka punya pemain yang sangat cepat. Namun, PBR juga tim yang bagus, kami punya kekuatan sendiri. Dan jika kami kompak dan tidak takut siapapun, kami optimistis memenangkan pertandingan," urai mantan pemain Persema Malang itu.
Di sisi lain, dirinya juga sedikit menyesalkan skor 3-2 yang terjadi saat melawan Gresik United. Sebab, skor itu membuat selisih gol positif PBR hanya bertambah satu.

Semen Padang Kalah

Mitra Kutai Kartanegara merampungkan kemenangan kedua pada turnamen Piala Jenderal Sudirman. Lagi-lagi, kemenangan skuat Jafri Sastra diperoleh lewat babak adu penalti di mana Semen Padang jadi korban.

Laga berjalan alot di mana harus berakhir imbang tanpa gol hingga 90 menit. Laga pun ditentukan lewat adu penalti dan Kabau Sirah kembali keok lewat drama titik putih. Hasil ini membuat Mitra sementara kokoh di puncak dengan poin enam, hasil satu kali menang normal, penalti dan kalah lewat adu penalti.

Babak Pertama

Mitra Kutai Kartanegara lebih dulu menciptakan peluang lewat winger muda Septian David Maulana. Determinasi Defri Rizky dari sisi kanan pertahanan Semen Padang menciptakan umpan silang menyusur yang langsung disambar David di kotak penalti, tapi tendangan eks Indonesia U-19 masih melambung dari sasaran.

Menit 17', Semen Padang kembali tertekan karena ketidaksigapan barisan belakang mereka. Kali ini, Patrick Dos Santos yang melakukan aksi individu dengan meloloskan diri dari kawalan tiga bek Semen Padang. Namun tendangan jarak jauh yang ia lepaskan sia-sia karena lemah dan mudah diamankan Jandia Eka.

Laga bisa dibilang berjalan alot sebagaimana kedua tim hanya melancarkan tembakan jarak jauh. Menit 22', Hendra Adi Bayauw mengancam dengan sepakan jarak jauh yang melenting dari sasaran. Lima menit kemudian, giliran Rodrigo Dos Santos yang menembak lewat bola mati - dan tendangannya tak menemui sasaran.

Lini belakang Mitra tampil begitu apik, terutama ditampilkan oleh bek muda mereka Rudolof Yanto Basna. Pergerakan James Koko Lomell pun mudah terbaca sehingga serangan dari tim Kabau Sirah kerap buntu. Menit 42', peluang bisa didapat melalui Nur Iskandar yang luput dari kawalan, tapi tendangan keras Nur dimentahkan Shahar Ginanjar.

Penghujung 45' menit pertama laga seakan menjadi milik Semen Padang, mereka mampu mengurung pertahanan dari Mitra Kukar. Namun beberapa peluang yang diperoleh James atau pun Nur belum bisa dikonversi menjadi gol. Sehingga skor 0-0 bertahan hingga istirahat.

Babak Kedua

Tak ubah paruh pertama, Mitra jadi tim yang mampu menciptakan peluang lebih dulu. Tepatnya menit 49', Patrick Dos Santos langsung tancap gas dengan melakukan solo run ke arah pertahanan dari Semen Padang. Pemain asal Brasil itu pun melepaskan tembakan jarak jauh yang tidak menemui sasaran.

Tiga menit kemudian, giliran aksi pemain muda Yogi Rahadian yang menebar ancaman ke daerah pertahanan Semen Padang. Ia berhasil melewati Hengki Ardiles dan melakukan cut inside, tapi sepakannya masih tak menemui sasaran. Menit 65', giliran Yu Hyuun Koo dari Semen Padang yang melepaskan tendangan bebas, sayang masih tipis di atas mistar.


Permainan dari kedua tim seakan tidak berkembang. Baik Semen Padang atau pun Mitra Kukar tak bisa memaksimalkan peluang yang susah payah mereka ciptakan hingga waktu normal usai. Laga pun akhirnya harus dilanjutkan dengan babak adu penalti. Ini merupakan hal yang biasa terjadi di Grup Bali.

Babak Adu Penalti

Mitra Kukar mendapat kesempatan untuk mengambil penalti pertama, Bahtiar jadi eksekutor dan tendangannya dengan mudah bisa dimentahkan oleh kiper Semen Padang, Jandia Eka Putra. Penendang pertama Semen Padang diwakilkan oleh Nur Iskandar, dan sepakan Nur juga bisa diantisipasi dengan baik oleh Shahar Ginanjar.

Dinan Javier sebagai penendang kedua Mitra melancarkan tugasnya dengan baik, bola mengarah keras ke sisi atas gawang. Sementara Adi Nugroho sebagai penendang kedua Semen Padang juga dengan tenang bisa menaklukkan Shahar, di mana ia melepaskan bola datar ke sisi kanan gawang.

Jandia lagi-lagi gagal mengantisipasi penalti lawan, kali ini Michael Orah yang dengan tenang menceploskan bola ke gawang Semen Padang. Tapi gol dari Orah mampu dibalas Ricky Ohorella dengan baik, cukup tenang dan tak bisa ditebak arahnya oleh Shahar.

Tetap Kuat Tanpa Boaz

Persipura Jayapura Tetap Kuat Tanpa Boaz dipastikan tanpa Boaz Solossa saat melawan PSM Makassar pada lanjutan grup B Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (23/11). Menyusul, pemain yang akrab disapa Bochi itu masih belum pulih dari cedera yang didapatkannya saat menghadapi Bali United Pusam di laga perdana.
Meski begitu, pelatih Persipura Oswaldo Lessa Filho menegaskan, timnya tetap kuat meski tanpa kapten tim mereka itu. "Karena ini tim, jadi tidak hanya cukup satu pemain saja yang menentukan. Kami ada 29 pemain, dan semua pemain harus siap 100 persen untuk diturunkan kapan saja," ucap Lessa, Senin (23/11). dan persipura ingin menang tanpa adu penalti
Lebih lanjut, pelatih asal Brasil itu mengungkapkan saat ini mantan kapten timnas Indonesia itu masih terus menjalani terapi untuk menyembuhkan cederanya.
"Boaz masih terapi dulu sampai sehat 100 persen. Mungkin lima hari lagi baru bisa latihan. Kalau untuk pertandingan, bisa satu minggu atau sepuluh hari," bebernya.

Ps TNI Tetap Jaga Karakter TNI

Ps TNI Tetap Jaga Karakter TNI walaupun sudah mengemas lima poin dari dua penampilan mereka di turnamen Piala Jenderal Sudirman. Mereka pun membidik poin berikutnya kala menantang Persela Lamongan, Selasa (24/11) esok, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.



Menghadapi Laskar Joko Tingkir, PS TNI akan tetap mengandalkan karakter mereka yang bermain dengan semangat juang tinggi sepanjang laga. Suharto selaku pelatih PS TNI juga membeberkan bahwa timnya paham karakter Persela.

"Pertandingan melawan Persela Lamongan cukup penting. Mereka juga tim solid di turnamen ini," buka Suharto. "Besok menghadapi mereka kami akan main normal saja, tapi yang penting menang," sambungnya.

"PS TNI punya karakter tersendiri, yaitu semangat juang yang tinggi, mobilitas tinggi, cepat dan ngotot, tapi bukan brutal," tegas Suharto menambahkan.

Sejauh ini, PS TNI mampu menjungkalkan tim-tim Indonesia Super League. Surabaya United jadi korban pertama Manahati Lestusen dan kawan-kawan, lalu Pusamania Borneo FC yang dipaksa takluk lewat babak adu penalti.

Suharto pun menegaskan enggan terlalu cemas dengan Persela dan tidak ingin mengisitimewakan seorang pemain saja. "Persela memiliki beberapa pemain kunci dan biarkan saja. PS TNI tetap memainkan karakter tim agar bisa kembali meraih kemenangan sehingga lolos ke fase selanjutnya."

Pantai Menganti




Pantai Menganti ini berlokasi di Desa Karangduwur, kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Berlokasi kurang lebih 40km dari kecamatan Gombong. Pantai Menganti bisa di jangkau dengan kendaraan bermotor.  Tetapi lebih di sarankan untuk menggunakan sepeda motor saja, jangan menggunakan mobil ataupun bus. Dan sepeda motor yang di gunakan pun kalau bisa dalam keadaan yang sangat prima di karenakan medan jalan yang masih sangat susah di lalui. Ada 2 rute yang bisa para penelusur lalui, yang pertama jika para penelusur berada di Gombong, para pnelusur bisa mengambil arah ke Puring, belok kanan menuju Pantai Suwuk dan dolanjutkan menuju pantai Menganti dengan melewati jalan yang cukup menantang karena penuh dengan tingkungan tajam dan tanjakan yang curam. Jika para penelusur memilih rute ini jaraknya hanya 38 kilometer saja. Dan rute yang kedua ini memiliki jarak yang lebih jauh. jarak yang di butuhkan sekitar 45km dengan waktu tempuh selama 1.5 jam. Dari Gombong, para penelusur bisamenuju arah barat ke pantai loegending lalu pilih jalur naik ke arah pantai menganti kebumen.

Namun dengan perjalanan selama dan sesulit itu nakal terbayarkan lunas jika sudah sampai di Pantai Menganti Kebumen ini. Dengan hamparan pasir putih yang di padukan dengan birunya air laut serta di kelilingi oleh buki-bukit hijau dan tebing alam yang menjulang tinggi bakal membuat pera penelusur takjub dan betah untuk bermain-main di lokasi ini.
Selain bermain air atau hanya duduk-duduk menikmati pemandangan alam, para penelusur bisa juga berbaur dengan keseharian para nelayan setempat yang sangat bersahaja. papa nelayan ini biasanya duduk-duduk di kapal mereka pada siang hari, dan baru akan melaut saat menjelang malam.
Jika para penelusur ingin pemandangan yang leboh keren, eksotis, dan menakjubkan, para penelusur bisa naik ke bukit yang berada di sisi timur pantai. Di puncak bukit ini juga tertdapat mercusuar setinggi 20meter yang di dirikan para Belanda di tahun 1912-1915. Di lokasi ini para penelusur bisa menikmati seluruh kawasan pantai dengan lekuk-lekuk bukit karang yang membentang dan di padukan birunya air samudra.
Ohya, ngomong-ngomong bagaimana yah asal usul nama pantai ini sehingga bisa di namakan Pantai Menganti?
Kalau menurut cerita warga sekitar pantai ini, dulu kala ada seorang panglima perang dari kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke pesisir selatan Jawa karena hubungannya yang dengan sang kekasih yang tidak di restui oleh Raja. Dan mereka bersepakat untuk bertemu du tepi samudra yang berpasir putih nan indah. Sepanjang hari, sang panglima pun terus menanti sang pujaan hati yang rupanya, sang pujaan hati itu tidak kunjung tiba di atas bukit kapur. Dan sang panglima itu terus menanti dan menanti hingga lama. Dan berdasarkan cerita itulah asal mula nama Pantai Menganti.
Jika para penelusur ingin bermalam di sini juga bisa menggunakan tenda-tenda maupun menyewa atau menginap di rumah penduduk. Memang, fasilitas di pantai ini belum memadahi seperti pantai-pantai lainnya. Di karenakan baru pada tahun 2011 pemerintah desa setempat dan Pemerintah kabupaten membukanya untuk umum. Di harapkan kedepannya pemerintah desa setempat dan pemerintah dapat lebih seriud dalam menggarap pantai ini sehingga bakal menjadi pantai yang sangat wajib di telusuri saat berada di kebumen. Terlalu sayang bukan jika keindahan alam yang sangat elok ini tidak banyak dinimati oleh para penelusur?

Pantai Parangtritis



Menyebut pantai, pasti pikiran kita akan tertuju pada Pantai Parangtritis yang sudah populer sejak dahulu. di sisi selatan Jawa ini memang memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan terutama wisatawan dari luar Jogja. Tidaklah heran bila akhirnya menjadi ikon wisata Jogjakarta. Menurut sejarah, penamaan Pantai Parangtritis erat kaitannya dengan Dipokusumo dari Kerajaan Majapahit yang bersemedi di kawasan Pantai Parangtritis. Saat bersemedi, ia melihat tetesan air (tumaritis) dari celah batu karang (parang). Melihat itu, Dipokusumo pun memberi nama daerah tersebut Pantai Parangtritis yang artinya air menetes dari batu.

 Dilihat dari fisiknya, Pantai ini memang tidak seindah pantai-pantai Bali dan Gunungkidul. Namun animo masyarakat tidak berkurang sedikit pun. Setiap akhir pekan terutama musim liburan, Parangtritis selalu ramai oleh wisatawan. Masyarakat setempat sangat percaya bahwa Pantai Parangtritis merupakan bagian kekuasaan Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Selatan. Nyi Roro Kidul sangat menyukai warna hijau. Oleh karena itu, wisawatan dilarang untuk mengenakan busana berwarna hijau. Misteri Nyi Roro Kidul inilah yang menjadi magnet yang paling bisa mendatangkan banyak wisatawan. Masyarakat Indonesia memang sangat suka hal-hal mistis seperti ini. Selain sarat dengan misteri Nyi Roro Kidul, Pantai tersebut juga diyakini sebagai tempat bertemunya Sunan Kalijaga dan Panembahan Senopati. Masyarakat setempat sangat percaya bahwa Pantai Parangtritis, Gunung Merapi, dan Keraton Yogyakarta merupakan kesatuan Trimurti yang tak bisa dipisahkan.


 Memasuki kawasan pantai yang berkontur landai, butir-butir pasir nan halus akan menyambut anda. Di ujung barat pantai terlihat deretan tebing karang dan bukit berbatu. Sementara di sisi timur terlihat deretan pantai yaitu Pantai Parangkusumo, Pantai Sungai Depok, Gumuk Pasir, Muara Sungai Opak, dan pantai lainnya. Pantai-pantai ini dapat anda nikmati hanya dengan membayar tiket masuk Parangtritis saja. Bila anda berjiwa petualang, cobalah paralayang dari tebing-tebing di sisi barat. Paralayang bertemankan langit biru dan pemandangan laut biru di bawah akan menjadi pengalaman seru yang tentu mengesankan. Selain Paralayang, bisa juga mencoba Panjat Tebing yang tidak kalah ekstrem. Tebing-tebing yang berderet indah akan memberikan sensasi memanjat dan pemandangan laut biru akan menjadi bonus setibanya anda di puncak tebing.

 Jika anda ingin merasakan suasana santai, cukup dengan bermain ombak ataupun membangun istana pasir. Namun jangan sesekali bermain ombak di tengah pantai, karena ombak Parangtritis cukup berbahaya. Selain itu, anda juga bisa berjalan menyusuri pantai hingga ke sisi barat. Semakin jauh anda ke barat, maka akan semakin indah pemandangan yang anda dapati. Deretan gumuk pasir yang eksotik akan membawa anda seakan berada di padang gurun Timur Tengah. Pengelola juga menyewakan bendi untuk berkeliling Parangtritis. Sama halnya dengan pantai-pantai umumnya. Menjelang senja, pemandangan pantai akan semakin indah. Langit biru perlahan berubah menjadi merah menyala. Begitu pun dengan matahari yang beranjak turun lalu menghilang. Senja selalu menjadi momen yang paling ditunggu wisatawan untuk mengambil gambar terutama para fotografer.

 Selain sebagai tempat rekreasi, juga dijadikan tempat melarung sesaji. Melarung sesaji merupakan ritual melarung sesajen dan bunga warna-warni di pantai yang dilakukan oleh nelayan setiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Melalui ritual ini, para nelayan berharap diberikan kemudahan rezeki dan keselamatan. Selain nelayan, keluarga Keraton Yogyakarta juga membuang sesajen dan benda-benda ke dalam pantai yang ditujukan kepada Nyi Roro Kidul, penguasa Pantai Selatan.

 Pengelola Pantai Parangtritis menyediakan fasilitas yang cukup memadai di antaranya penginapan, warung makan di pinggir pantai, restoran, tempat ibadah, kamar mandi, klinik kesehatan, pasar souvenir, pos penjagaan yang dilengkapi menara pengawas dan Tim SAR, dan areal parkir. Selain itu pengelola juga menyediakan Bendi dengan tarif Rp 20.000 untuk 1 kali putaran. Untuk mencapai Parangtritis, bagi anda yang menggunakan transportasi umum bisa menaiki bus umum jurusan Jogja-Parangtritis dari Terminal Giwangan. Untuk masuk ke dalam kawasan pantai, wisatawan dikenakan tarif Rp 5000 per orang dan jika menggunakan kendaraan pribadi dikenakan tarif Rp 2000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

 Parangtritis yang erat dengan misteri Nyi Roro Kidul tidak menurunkan animo masyarakat untuk mengunjunginya. Lalu bagaimana dengan anda? Semoga saja sama.

baca juga tentang berbahanyanya penyakit rakitis


Persib Coret M Ridwan

Persib Coret M Ridwan Eks winger timnas Indonesia tersebut terpaksa dicoret dari skuad Persib Bandung karena kini masih dalam proses pemulihan cedera yang dialami saat tampil di Piala Presiden yang lalu. Persib Coret M Ridwan
Sampai jelang laga perdana di Piala Jenderal Sudirman, kondisi Ridwan ternyata masih belum pulih total. Persib pun memutuskan untuk mencoret namanya dari skuad.
“Ya, Ridwan untuk sementara tidak bergabung bersama Persib pada turnamen Piala Jenderal Sudirman nanti. Ridwan masih perlu waktu pemulihan,” kata pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, usai melatih di Lapangan Seskoad, Selasa, 11 November 2015, seperti dilansir situs Persib.
Selain M Ridwan, nama Gian Zola juga dicoret dari daftar tim senior jelang Piala Jenderal Sudirman. Pemain diklat Persib itu harus membela Persib U-17 di final Kejurda U-17 Piala Galamedia Aher Tingkat Jawa Barat di Stadion Galuh, Ciamis, melawan Persikab Kabupaten Bandung.
“Saya sudah meminta Zola prioritas ke Persib U-17 dulu. Ini juga untuk membawa nama Persib U-17 sebagai juara bertahan. Kita punya target mempertahankannya,” kata pelatih Diklat Persib, Budiman.
Selain dua nama tersebut, Persib juga dipastikan tanpa Tantan. Mantan pemain Persitara Jakarta Utara itu harus absen karena masalah yang sama. Dia cedera saat tampil di Piala Presiden 2015.
Sementara itu, Pelatih Persib Djadjang menegaskan bahwa Ridwan merupakan pemain Persib terakhir yang bakal absen pada Piala Jenderal Sudirman. Pernyataan ini sekaligus membantah rumor yang menyebutkan gelandang Makan Konate bakal mengikuti jejak Vladimir.
“Jadi yang dipastikan tidak ikut Vlado sama Ridwan, di luar itu menyatakan siap. Konate aman juga,” kata Djadjang.
Selain Ridwan pemain yang kemungkinan akan keluar dari skuad persib adalah konate. Apa alasannya? lihat di sini Makan Konate Butuh Bermain di Liga bukan Turnamen