Senin, 23 November 2015

Gunung Slamet



Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi di Jawa Tengah atau tertinggi kedua di Pulau Jawa. Tinggi Gunung Slamet ini mencapai 3,432 meter. Gunung Slamet ini memiliki beberapa kawasan hutan  Gunung Slamet, seperti Hutan Montane, Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Ericaceous (Hutan Gunung), dan Hutan Dipterokarp Atas.


Gunung Slamet termasuk salah satu gunung di Indonesia yang populer dijadikan sebagai tujuan ekspedisi dan pendakian. Pendakian di Gunung Slamet terkenal cukup rumit. Di sepanjang jalur pendakian tidak ada air, kalaupun ada hanya terbatas. Jika pendaki melewati jalur Bambangan, masalah air biasanya dapat teratasi. Selain air, faktor rumitnya pendakian ditandai dengan kabut gunung yang sangat pekat dan berubah-ubah. Meski pendakian ke puncak Gunung Slamet dikenal cukup rumit, namun kondisi ini justru menjadi tantangan yang menarik bagi para pendaki. Semakin tantangannya berat, semakin asyik pula pendakian dilakukan.
Di kaki Gunung Slamet terdapat kawasan wisata yang cukup terkenal di Jawa Tengah, yaitu obyek wisata Batu Raden dan Pemandian Air Panas Guci. Obyek wisata ini sangat luas karena di dalamnya juga terdapat beberapa wisata lain yang juga menarik untuk dikunjungi, di antaranya Taman Botani, Curug Gede, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Wana Wisata, Telaga Sunyi, dan Taman Kaloka Widya Mandala.
Gunung Slamet terletak di barat laut Kota Purbalingga, dengan jarak sekitar 30 km. Gunung ini terletak di posisi 7°14,30‘ LS dan 109°12,30‘ BT. Keseluruhan kawasan gunung ini masuk ke dalam perbatasan lima kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Purbalingga, di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.  
Bagi pengunjung atau pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Slamet bisa melakukan pendakian melalui Grumbul Alur Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua untuk melakukan perjalanan dari Purwokerto hingga sampai di Bambangan. Perjalanan dimulai dari Purwokerto ke arah Purbalingga, dan dilanjutkan ke Bobotsari. Dari Bobotsari kemudian dilanjutkan ke arah Desa Penjangan dengan menggunakan kendaraan truk atau angkutan desa. Desa Penjangan merupakan desa terakhir yang hanya bisa dilalui kendaraan. Perjalanan dilanjutkan menuju Bambangan dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam. Sesampainya di Bambangan terdapat pos penerangan dan pondok pemuda yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para pendaki sebelum melakukan pendakian hingga ke puncak gunung. Perjalanan dari Bambangan hingga ke puncak Gunung Slamet dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 jam. Pendaki juga bisa memanfaatkan jasa warga setempat sebagai penunjuk jalan.
Di samping jalur standar ini (Bambangan), ada jalur-jalur pendakian lain yang juga bisa ditempuh, yaitu melalui Gunung Malang (Desa Serang) dan Batu Raden. Sepanjang perjalanan dari Gunung Malang hingga ke puncak Gunung Slamet terdapat sejumlah jalur dan pos pemberhentian, yaitu:    
  •  Gunung Malang–Pondok Gembiring (1 km) 
  • Pondok Gembiring–Pondok Walang (0,5 km)
  • Pondok Walang–Pondok Cemara (0,5 km)
  • Pondok Cemara–Samarantu (1,5 km)
  • Samarantu–Sampang Rangkah (0,75 km)
  • Sampang Rangkah–Sampang Ketebon (0,6 km)
  • Sampang ketebon–Batur (0,9 km)
  • Batur–Sampang Jampang (0,3 km)
  • Sampang Jampang–Sampang Kredit (0,6 km)
  • Sampang Kredit–Plawangan (0,5 km)
  • Plawangan–Puncak (1 km, melalui Gua Slamet)
  • selain gunung slamet yang memiliki opanorama indah dan ketinggian yang bagus bagi para pendaki ada juga gunung yang memiliki keindahan panorama seperti gunung bromo


Jumat, 20 November 2015

Sriwijaya FC vs Arema

Jelang semifinal piala presiden. Menjelang laga semifinal piala presiden leg 2  sriwijaya FC mematok kemenangan saat menjamu Arema Cronus di leg kedua semi-final Piala Presiden 2015 di Stadion Manahan Solo, Minggu (11/10).

Seperti diketahui, Sriwijaya FC terpaksa menjamu Arema di Solo akibat kabut asap yang menyelimuti Palembang. Pada Leg pertama minggu lalu, kedua tim bermain imbang 1-1 di Stadion Kanjuruhan.

Sriwijaya FC dipastikan menurunkan susunan pemain terbaiknya, kecuali bek muda Syaiful Indra Cahya yang terkena akumulasi kartu kuning. Selebihnya, semua pemain dalam kondisi siap tempur untuk meladeni tantangan Singo Edan yang bakal mendapat dukungan suporter lebih banyak di stadion.

“Kami tidak berpikir harus bermain imbang 0-0, walaupun kita bisa lolos dengan hasil itu. Kami tidak mau ambil resiko. Sekarang kami hanya memikirkan bagaimana lolos ke final. Kami tetap akan bermain normal menyerang untuk memenangkan pertandingan dengan formasi 4-2-3-1,” kata asisten pelatih Hartono Ruslan kepada Goal Indonesia.

Berkaca dari pertemuan kedua tim saat berjumpa di markas Persis Solo ini, Sriwijaya FC memiliki catatan bagus. Arema tak pernah menuai kemenangan dari dua kali pertemuannya saat melakoni final Piala Indonesia 2010 dan semi final Inter Island Cup 2012.

Meski begitu, tak ada jaminan pasti Laskar Wong Kito bisa mengulang kembali sejarah manis tersebut, jika melihat komposisi tim yang banyak mengalami perombakan pada musim ini.

“Kalau kita tidak pernah kalah di Manahan, ya kita pertahankan. Kalau bisa kita harus menang lagi. Yang pasti semua pemain sudah siap, dan tidak ada masalah,” tegas Hartono.

Sementara itu, Arema bakal mendapat tambahan kekuatan pada laga nanti dengan kembalinya sejumlah pemain andalan, seperti striker Samsul Arif, serta dua gelandang enerjik Ferry Aman Saragih dan Juan Revi. Ferry dan Revi akan bahu membahu mengatur pola permainan di lini tengah.

Sejauh ini kedalaman tim Arema memang terbilang cukup bagus, dan begitu juga dengan kolektivitas mereka. Namun tim pelatih masih dipusingkan dalam mencari formula yang ampuh untuk menembus barisan pertahanan Laskar Wong Kito yang dikomandoi Abdoulaye Maiga.

“Mereka punya pemain belakang yang sulit dilewati. Selama empat hari latihan, kami khususkan untuk berlatih bagaimana mengatasi pemain belakang lawan,” kata asisten pelatih Arema I Made Pasek Wijaya.


perkiraan susunan pemain:

Sriwijaya FC: Dian Agus Prasetyo; Fathul Rahman, Abdoulaye Maiga, Fachrudin Aryanto, Wildansyah, Syakir Sulaiman, Yu Hyun Koo, Asri Akbar, TA Mushafry, Titus Bonai, Patrich Wanggai.

Arema: Kadek Wardhana; Achmad Alfarizi, Hasyim Kipuw, Fabiano Beltrame, Purwaka Yudi, Juan Revi, Ferry Aman Saragih, Lancine Kone, Arif Suyono, Samsul Arif, Cristian Gonzales
Sriwijaya FC vs Arema

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2015

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2015. Hasil Drawing semifinal Piala Presiden 2015. Hasil undian semifinal piala presiden 2015 sudah dilakukan oleh pihak Mahaka Sports selaku penyelenggara. Undian tersebut menghasilkan pertemuan antara Sriwijaya FC vs Arema Cronus dan Mitra Kukar vs Persib Bandung.

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2015.
Jadwal Babak semifinal Leg pertama akan dihelat pada 3 dan 4 Oktober 2015, sementara leg kedua bakal digelar pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2015.

Inilah jadwal semifinal Piala Presiden 2015

3 Oktober 2015 Arema Cronus vs Sriwijaya FC

4 Oktober 2015 Mitra Kukar vs Persib Bandung

12 Oktober 2015 Persib Bandung vs Mitra Kukar

13 Oktober 2015 Sriwijaya FC vs Arema Cronus

Hasil Undian Babak 8 Besar

Hasil undian babak 8 besar Piala Presiden 2015. jadwal 8 besar piala presiden 2015. Hasil undian babak 8 besar
Piala Presiden baru saja dilakukan di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Jumat 11 september 2015 sore tadi.

Pertemuan dini antara dua tim unggulan, Persib Bandung dan Arema Cronus tidak akan terwujud, setelah Maung Bandung, favorit juara yang meraih hasil sempurna di Grup A, dipastikan beradu dengan Pusamania Borneo FC. Sementara Arema akan menghadapi Bali United.

Dua laga lainnya mempertemukan Sriwijaya FC dengan Persebaya United dan PSM Makassar dengan Mitra Kukar.

Fase perempat-final piala presiden ini akan dilangsungkan dalam format dua leg, dengan pertemuan pertama dijadwalkan pada 19-20 September, dan leg kedua 26-27 September 2015.

Untuk babak semi-final undian akan dilakukan lagi nanti usai ronde delapan besar tuntas digelar.
Hasil undian babak 8 besar Piala Presiden 2015:

Arema Cronus vs Bali United Pusam
Persebaya United vs Sriwijaya FC
Mitra Kukar vs PSM Makassar
Pusamania Borneo vs Persib Bandung

Arema Kalahkan PBR

Arema kalahkan PBR 4-2.Arema kalahkan PBR Persipasi Bandung Raya dalam laga lanjutan Grup A Piala Jenderal Sudirman, Senin 16 November 2015. Arema mengunci kemenangan dengan skor 4-2.

Keempat gol dari Arema, masing-masing dicetak oleh Kiko Insa, Cristian Gonzales (2 gol) dan Sunarto. Sementara dua gol PBR berasal dari Gaston Castano dan penalti Kim Kurniawan.

Walau menang, pelatih Joko Susilo sangat menyayangkan terjadinya gol cepat PBR. Konsentrasi pemain dinilainya masih menjadi permasalahan anak-anak Singo Edan.

“Dari awal kami sudah antisipasi adanya serangan cepat itu, pemain harus konsentrasi sejak menit awal,” kata Pelatih Arema Cronus usai pertandingan.

"Satu menit saja hilang konsentrasi begitulah, kesalahan sedikit bisa dimanfaatkan lawan. Ini jadi bahan evaluasi kedepannya agar tidak terulang,” sambungnya.

Sementara itu, pelatih Pieter Huistra menyayangkan kekalahan PBR di laga ini. Menurutnya PBR bisa saja unggul bila pemain bisa lebih tenang setelah posisi unggul 1-0.

Kerjasama antara lini belakang dan lini depan menurutnya juga bermasalah. Walau begitu, dia optimistis pertandingan berikutnya penampilan PBR akan lebih baik,

"Gol terlalu cepat, lini belakang dan depan ada masalah sehingga kesalahan itu harus dibayar dengan kemenangan Arema. Saya percaya kami lebih baik, kami kemasukan hanya karena panik,” ujar Huistra.


Arema kalahkan PBR, dengan kemenangan ini, Arema kokoh berada di puncak klasemen grup A dengan koleksi 6 poin dari dua laga. Sementara itu, PBR menemani Persegres Gresik United di dasar klasemen dengan nol poin dari satu laga yang sudah dijalani.

Jumat, 13 November 2015

Raja Ampat

Surga Bawah Laut di Kepulauan Raja Ampat – Haloo sahabat wisata,sudah siapkah menambah wawasan tempat wisata yang ada di Indonesia, kalau sudah siap perhatikan informasinya yang akan admin berikan kali ini. Admin sekarang ini masih mengajak anda masih berwisata di Pulau Timur Indonesia apa lagi kalau bukan di Raja Ampat . Memang pulau ini kaya akan alam yang indah. Yang akan kita bahas kali ini tentang Raja Ampat

Raja Ampat sendiri merupakan rentetan empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara letak geografis, kepulauan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan yang satu ini sekarang banyak di kunjungi oleh para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat pulau gugusan tersebut yaitu Pulau Misool, Pulau Waigeo, Pulau Salawati dan Pulau Batanta.
Menurut mitos Asal mula nama Raja Ampat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Dan empat butir dia antarnya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Bagi anda pecinta wisata bawah laut ini,Raja Ampat sangat pas untuk anda kunjungi. Jika anda ingin mengunjungi tempat ini, bila anda terbang dari Jakarta yang memakan waktu kurang lebih 6 jam dari sorong dan berhenti di Manado. Atau anda juga bisa mengikuti tur menyelam di Bali dan terbang dari sana. Kota sorong ini seperti layaknya kota lain dimana Anda bisa mendapatkan hampir segalanya di sini, ya walaupun di sini dengan harga yang lebih mahal karena letaknya yang terpencil.

Dan bagi anda yang tidak bisa menyelam anda tidak perlu khawatir karena di sini banyak agen wisata yang menyediakan tur bagi penyelam dan bukan penyelam. Dari kota sorong ke waisai anda bisa menggunakan feri yang beroperasi setiap hari. Dan jadwal untuk pemberangkatannya biasa berangkat jam 13.00. dan perjalanan dari Sorong menuju Waisai memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam. Dan feri akan kembali ke Sorong dari Waisai sekitar pukul 11.00 pagi. Di  kota Sorong juga tersedia speedboat untuk disewakan.

Istana Maimun

Tahukah anda bahwa di medan terdapat sebuah istana peninggalan kesultanan deli? Yah, Istana Maimun megah yang sampai saat ini masih terawat dan berdiri kokoh di kota medan. Pesona keindahan bangunan istana maimun banyak menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Istana Maimun. Ruangan utama istana memiliki luas sekitar 412 meter lengkap beserta isinya seperti singgasana raja. Anda dapat berfoto-foto di ruangan Istana Maimun, namun dilarang untuk duduk di singgasana. Ruangan yang didominasi dengan warna kuning ini juga memiliki keindahan desain ruangan yang menarik dan dilengkapi perabotan yang bergaya eropa.
Apabila anda tertarik untuk datang ke tempat ini, anda bisa datang langsung ke lokasinya di jalan Brigadir Katamso, Kelurahan Sukaraja, Medan
Ruangan utama istana memiliki luas sekitar 412 meter lengkap beserta isinya seperti singgasana raja. Anda dapat berfoto-foto di ruangan ini, namun dilarang untuk duduk di singgasana. Ruangan yang didominasi dengan warna kuning ini juga memiliki keindahan desain ruangan yang menarik dan dilengkapi perabotan yang bergaya eropa.
Apabila anda tertarik untuk datang ke tempat ini, anda bisa datang langsung ke lokasinya di jalan Brigadir Katamso, Kelurahan Sukaraja, Medan
Kemegahan istana ini juga merupakan bukti kerjayaan kesultanan deli pada masa itu.
Kerajaan deli sangat populer dengan hasil buminya yaitu perkebunan tembakau. Hasil bumi ini yang membuat kesultanan tersebut maju pesat dan dikenal sampai Eropa. Pada mulanya kerajaan ini berada di labuhan deli, lalu seiring kejayaannya, Sultan Ma’moen Al-Rasyid memindahkan kerajaannya di medan. Istana ini mulai di bangun pada tanggal 26 Agustus 1888 sampai 18 Mei 1891 dengan jumlah 30 ruangan seluas 2.772 meter persegi. Istana maimun di desain oleh seorang arsitek asal Belanda yang bernama TH. Van ETP.
Pada saat itu istana ini berfungsi sebagai pusat budaya, pusat pemerintahan, dan juga tempat dakwah islam di medan. Didepan istana maimun terdapat juga sebuah masjid yang terkenal dengan nama Masjid Raya Medan atau Masjid Al-Mashun. Karena itulah tempat ini dapat dijadikan sebagai tempat wisata islami di medan yang menarik.
Istana ini bukan hanya menarik karena usianya yang sudah ratusan tahun, melainkan arsitektur bangunan istana maimun memang memiliki daya tarik tersendiri. Perpaduan gaya bangunan antara budaya melayu, india, belanda, italia, dan nuansa muslimnya memang sangat indah. Wajar saja istana peninggalan kerajaan deli ini bisa menjadi salah satu  yang populer.
Didalam bangunan Istana Maimun ini memiliki banyak kamar yang berjumlah sekitar 40 kamar dan ruangan lainnya seperti dapur, 4 kamar mandi, gudang, serta penjara. Perlu diketahui bahwa bahan material istana seperti marmer, ubin lantai, dan teraso berasal dari eropa.
Ruangan utama istana memiliki luas sekitar 412 meter lengkap beserta isinya seperti singgasana raja. Anda dapat berfoto-foto di ruangan Istana Maimun, namun dilarang untuk duduk di singgasana. Ruangan yang didominasi dengan warna kuning ini juga memiliki keindahan desain ruangan yang menarik dan dilengkapi perabotan yang bergaya eropa.
Apabila anda tertarik untuk datang ke tempat Istana Maimun, anda bisa datang langsung ke lokasinya di jalan Brigadir Katamso, Kelurahan Sukaraja, Medan.